Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perusahaan Besar dan UMKM, Kenali Perbedaannya, Mahasiswa Akuntansi Perlu Simak Ini!

Ilustrasi perbedaan perusahaan besar dan UMKM
Ilustrasi perbedaan perusahaan besar dan UMKM. (Pexels/Expect Best)

Sharing and Telling Perusahaan merupakan suatu tempat terjadinya kegiatan usaha yang memiliki tujuan memperoleh laba. Bentuk kegiatan yang ada di dalamnya berupa produksi barang dan jasa.

Badan usaha di Indonesia memiliki tipe perusahaan berdasarkan jenisnya. yakni tergolong perusahaan besar dan kecil.

UMKM merupakan klasifikasi untuk perusahaan mikro kecil dan menengah. Adapun beberapa hal yang menjadi perbedaannya dengan perusahaan besar dapat disimak melalui artikel di bawah ini:

Perbedaan perusahaan besar dan perusahaan EMKM adalah

Perusahaan besar adalah perusahaan yang usaha ekonomi produktifnya dilakukan oleh badan usaha. Perusahaan besar terdiri dari Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik dan Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan.

Yang menjadi penggolong perusahaan besar yaitu semua badan usaha yang melakukan kegiatan ekonominya di Indonesia dan memiliki jumlah kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunannya di atas dari usaha menengah.

Pada perusahaan EMKM perusahaan digolongkan menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi patokan dari penggolongan tersebut adalah jumlah kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunannya dan tentu saja kekayaan dan penjualan tahunannya di bawah perusahaan besar . Namun pada perusahaan EMKM tetap diwajibakan menerbitkan laporan keuangan untuk pengguna eksternal.

Berikut tabel perbedaannya:

 

Perusahaan UMKM

Perusahaan Besar

Jumlah aset

Mikro

≤50 jt

>10 M

Kecil

>50 jt – 500 jt

Menengah

>500 jt – 10 M

Penjualan tahunan

Mikro

≤300 jt

>50 M

Kecil

>300 jt – 2,5 M

Menengah

>2,5 M – 50 M

Karyawan

Sedikit / terbatas

banyak

Modal

Modal sendiri

Modal sendiri dan luar

Daaerah pemasaran

lokal

luas

Managemen

owner

Ditunjuk oleh owner

Struktur organisasi

Kecil / sederhana

Lebih kompleks

Laporan Keuangan

Wajib

SAK EMKM / SAK ETAP

Wajib

SAK ETAP  / PSAK IFRS


Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik dengan Entitas yang Memiliki Akuntabilitas Publik Signifikan

Yang dimaksud Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik adalah suatu entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan yaitu perusahaan yang tidak terdaftar di bursa efek dan bukan perusahaan bank, bukan perusahaan pialang atau pedagang efek, bukan perusahaan dana pensiun, bukan perusahaan reksa dana, bukan perusahaan investasi.

Namun tetap menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal contohnya adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.

Sedangkan Entitas yang Memiliki Akuntabilitas Publik Signifikan  adalah entitas yang telah mengajukan pernyataan pendaftaran atau dalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal (Perusahaan yang dalam proses atau telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia).

Entitas menguasai aset dalam kapasitas untuk sekelompok besar masyarakat, seperti Bank, Entitas asuransi, Pialang dan atau pedagang efek, Entitas dana Pensiun, Entitas Reksa Dana, Entitas Bank Investasi. Sehingga perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha tersebut termasuk dalam entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan.

 

Perbedaan antara SAK EMKM dengan SAK ETAP

Perbedaan SAK EMKM dan SAK ETAP adalah pada ketentuan standar akuntansi keuangan yang digunakan. Pada SAK EMKM mengatur standar akuntansi pada entitas kecil, mikro dan menengah sedangkan pada SAK ETAP digunakan pada Entitas yang tidak memiliki Akuntabilitas Publik. Adapun perbedaan standar akuntansi keuangan pada SAK EMKM dan SAK ETAP adalah:

 

SAK EMKM

SAK ETAP

Komponen

Terdiri dari minimum 3 komponen:

1.    Neraca

2.    Lap. L/R

3.    Catatan atas Lap. Keuangan

Terdiri dari 5 komponen:

1.  Lap. L/R

2.  Lap. Perubahan Ekuitas

3.  Lap. Posisi Keuangan (neraca)

4.  Lap. Arus Kas

5.  Catatan atas Lap. Keuangan

Lap. Arus Kas

Tidak ada lap. Arus kas

Arus kas operasi disajikan dengan metode tidak langsung

Pengungkapan

Diatur dalam bab 6 tentang catatan ataslap. Keuangan

Diatur dalam masing-masing bab

Investasi pada entitas asosiasi

Masuk pada bagian asset dan liabilitas keuangan

Menggunakan metode biaya

Property investasi dan asset tetap

Hanya mengatur asset tetap dengan model biaya

Model biaya

 

Asset keuangan

Setiap asset berupa:

 ·     Kas

 ·     Instrument ekuitas entitas lain

 ·     Hak kontraktual untuk menerima kas atau asset keuangan entitas lain (pinjaman yang diberikan dan piutang)

·     Efek yang diperdagangkan:

·     Diperdagangkan

·     Tersedia untuk dijual

·     Dimiliki hingga jatuh tempo

Penurunan nilai

Tidak diatur

Diatur

Sewa

Tidak diatur

Diatur

Cadangan penurunan penilaian piutang

Tidak diatur

Diatur

Pengukuran persediaan

Jumlah persediaan yang mengalami penurunan dan atau kerugian, diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan/ kerugian tsb.

Mempertimbangkan realisasi bersih persediaan

Umur asset tidak berwujud

Terbatas dan diamortisasi

Terbatas dan diamortisasi

Nilai residu asset

Tidak diatur

Diatur

Metode penyusutan asset tetap

Hanya metode garis lurus dan saldo menurun tanpa mempertimbangkan nilai residu

Bisa selain metode garis lurus dan saldo menurun

Pajak penghasilan

Konsep pajak terutang

Konsep pajak terutang

Pendapatan bunga dan dividen

Dapat diakui secara akrual. Pendapatan diakui pada saat kas diterima.

Dapat diakui secara akrual.

Demikian perbedaan lengkap dari perusahaan besar dan UMKM, yang dapat dijadikan referensi untuk belajar.***

Posting Komentar untuk "Perusahaan Besar dan UMKM, Kenali Perbedaannya, Mahasiswa Akuntansi Perlu Simak Ini!"